Kakanwil Kemenag Jatim: Seratus persen Madrasah di Surabaya Terapkan UNBK

Surabaya (Pinmas) - Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur Mahfudh Shodar mengatakan bahwa seluruh madrasah di Kota Surabaya, baik Madrasah Aliyah (MA) maupun Madrasah Tsanawiyah (MTs), telah menerapkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Hal ini disampaikan Mahfudh usai meninjau pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di MTsN 1 Kota Surabaya, Selasa (10/05). Ikut mendampingi, Kepala Kankemenag Kata Surabaya Moh. Bakri, Kasi Pendidikan Madrasah Kankemenag Kota Surabaya Umi Kholisoh dan Kasubag Inmas Kanwil Jawa Timur Mahsun.

“UNBK di Surabaya, seluruh madrasah ada 43 madrasah yang terdiri dari 4 MTsN dan 39 MTs Swasta, semuanya mengikuti UNBK,” tegas Mahfudh Shodar. Sebelumnya, dalam pelaksanaan UN MA bulan April lalu,  16 MA (1 MAN dan 15 MA Swasta) di Surabaya semuanya juga menyelenggarakan UNBK.

Menurut Mahfudh, sukses pelaksanaan UNBK pada seluruh MTs dan MA di Surabaya  menunjukan  bahwa madrasah ada dan bisa. Madrasah mampu bersaing di era global. Diakuinya bahwa pada tahun ini, Kota Surabaya menjadi pilot project untuk Jatim dalam pelaksanaan UNBK di madrasah dan ternyata itu bisa dilakukan.

“Tahun depan, semua madrasah negeri saya wajibkan untuk mengkuti UNBK, baik tsanawiyah maupun Aliyah. Madrasah Negeri harus mengikuti UNBK pada 2017,” tegasnya.

“Kita harapkan tidak ada yang tidak siap, harus siap. Kalau yang swasta, tahun depan kita imbau untuk mengikuti UNBK,” tambahnya.

Disinggung soal persiapan yang dilakukan, Mahfudh menjelaskan bahwa tahapan persiapan sudah dilakukan sejak 2015. Saat itu, UNBK di madrasah Jawa Timur  baru dilaksanakan di MTsN 2 Kediri dan MAN Pasuruan. Sukses pelaksanaan UNBK di kedua madrasah itu kemudian disosialisasikan ke semua madrasah di Jatim. “Sekarang pilot project yang kita wajibkan Surabaya. Nanti kita kembangkan di Jatim untuk madrasah negeri wajib, yang swasta kita imbau untuk mengikuti UNBK,” ujarnya.

Terkait penyiapan sarana dan prasarana, Mahfudh mengaku akan memikirkannya melalui beberapa skema pendanaan. Pertama, kalau memungkinkan akan dialokasikan melalui skema DIPA Kanwil Jawa Timur. Jika tidak, maka Kanwil dan Kankemenag Kabupaten/Kota akan menjalin kerjasama dengan para komite pendidikan dalam rangka merumuskan upaya yang bisa dilakukan untuk mempersiapkan sarana dan prasarana.

“Skema ketiga, kerjasama dengan wali murid dan siswa dengan membawa lap top masing-masing untuk dikirim ke madrasah dan kita set sehingga anak-anak bisa mengikuti ujian dengan berbasis computer,” tandasnya.

Sebelumnya, Kakankemenag Kota Surabaya Moh Bakri menyampaikan bahwa pelaksanaan UNBK di madrasah Kota Surabaya tidak terlepas komitmen dan semangat para kepala, guru, dan siswa  madrasah. Mereka tidak mau kalah dengan sekolah dalam berkompetisi, meski dengan berbagai keterbatasan yang ada.

Hal senada disampaikan Kasi Pendidikan Madrasah Kankemenag Kota Surabaya Umi Kholishoh. Menurutnya, pelaksanaan UNBK pada seluruh madrasah di Surabaya tidak terlepas dari semangat untuk bisa menjadi lebih baik sesuai motto madrasah itu sendiri. Para kepala madrasah selaku pimpinan lembaga berkomitmen untuk itu sehingga mengupayakan berbagai bisa. Bagi madrasah yang mampu, mereka membeli perangkat komputernya. Adapun yang  tidak membeli, meminjamnya dari  wali murid atau yayasan.

Sementara itu, Kepala Madrasah MTsN Rungkut Chairul Raziqin menambahkan bahwa koordinasi dan sinergi dengan Dinas Pendidikan Surabaya yang sangat baik juga ikut membantu pelaksanaan UNBK di madrasah. Menurutnya, Dinas Pendidikan Surabaya bahkan sudah mengantisipasi kalau memang ada yang tidak sanggup, mereka siap memfasilitasi. “Ada titik sekolah tertentu yang mempunyai lab lebih banyak siap untuk diperbantukan,” jelasnya.

Selain itu, kerjasama dengan Dinas Pendidikan juga dilakukan dalam bentuk keterlibatan Kementerian Agama dalam Posko UNBK di Dinas Pendidikan Kota Surabaya. Melalui posko ini, pelaksanaan UNBK di Kota Surabaya, baik sekolah maupun madrasah, dapat dimonitoring dan diambil langkah-langkah penyelesaian untuk setiap masalah yang muncul.

Ada lima teknisi profesional yang siap sedia memonitor pelaksanaan UNBK. Mereka dibantu dengan 20 tenaga lampangan yang tersebar di lima wilayah Surabaya. Tugas mereka adalah menyelesaikan permasalahan teknis yang terjadi di sekolah jika proktor dan teknisi yang ada di sana tidak mampu menyelesaikannya.

Dari pantauan di sejumlah madrasah, tampak pelaksanaan UNBK di MTs Surabaya berjalan dengan baik dan lancar. UNBK di MTsN Rungkut diikuti 243 siswa. Memanfaatkan tiga ruang kelas dengan kapasitas 20 – 30 siswa, UNBK di madrasah ini terbagi dalam tiga sessi.

Hal sama di MTsN 1 Surabaya. UNBK di madrasah ini diikuti 231 siswa yang terbagi dalam tiga sessi dengan memanfaatkan dua ruang kelas berkapasitas 30 – 40 orang. Sementara UNBK di MTs Nurul Hikmah Surabaya diikuti 133 siswa dengan dua lokal dan terbagi juga menjadi tiga sessi. (mkd/mkd)



Sumber : http://madrasah.kemenag.go.id
Print atau simpan sebagai PDF
Print Friendly and PDF

No comments:

Arsip

Google+