2016-08-10

DUA KEMUNGKINAN KERUSAKAN KAPASITOR

Assalaamu alaikum pengunjung guruKATRO,

Yang dimaksud kerusakan kapasitor disini adalah kapasitor yang di fungsi kan untuk mengatur arah putaran motor listrik. Misalnya motor listrik pada kipas Angin, Kompressor, Vacum Cleaner, Mesin Cuci dan lain lain.


KAPASITOR (nama asalnya = CAPACITOR) adalah nama lain dari KONDENSATOR (condencator), Hanya saja nama kapasitor lebih diperuntukkan pada jenis kondensator dengan ukuran (kapasitas) yang lebih kecil, dan juga nama kapasitor lebih lazim untuk jenis kondensator yang bersifat nonPOLAR. Tapi secara umum nama Kondensator digunakan untuk kesemuanya, mulai dari ukuran kapasitas terkecil hingga yang berkapasitas besar, dan juga baik yang bersifat nonPOLAR maupun yang bersifat biPOLAR.

Dalam posting ini akan diangkat kasus kerusakan yang bisa menimpa kapasitor nonpolar




yang biasa digunakan sebagai penentu arah putaran motor listrik.

Kadang seorang bengkel terlalu cepat memvonis sebuah kapasitor dengan julukan "MATI", padahal dalam kenyataannya paling tidak ada dua kemungkinan kerusakan, yaitu :

1. Kapasitor hanya menyimpan listrik statis ( cukup mudah memperbaikinya)
2. Kapasitor MATI (harus diganti dengan yang baru)

Kematian Kapasitor, bisa disebabkab oleh
  • Korsluit (Korslet), diantara kaki kakinya saling menyambung, layaknya terhubung oleh kabel (konduktor)
  • Kering, kehabisan zat cair yang digunakan untuk menyimpan arus listrik, diantara kaki kakinya sudah tidak ada reaksi apa apa, ibarat seutas kabel yang telah putus.


Kerusakan sebuah kapasitor lebih sering terjadi pada kapasitor nonpolar yang dipasang sebagai pengarah putaran motor pada peralatan yang lebih mengarah pada peralatan elektrik, misalnya motor Kipas Angin, Compressor Kulkas, motor pada mesin cuci, motor pompa air dan lain lain. 

Bila terjadi kasus dimana motor penggerak pada peralatan tersebut diatas tidak lagi bisa berputar, pastilah seorang montir yang handal akan langsung memeriksa komponen yang bernama kapasitor. Sebab memang komponen inilah yang paling sering mengalami masalah. Namun kadang entah dengan alasan disengaja atau memang karena benar benar tidak tahu, seorang montir langsung juga mengatakan bahwa kapasitor sudah mati dan harus diganti yang baru.

Sedang Kapasitor tegangan tinggi dan nonpolar, memiliki harga yang cukup mahal, Jadi sebagai pemilik peralatan elektrik tersebut harus cukup jeli dalam menangani masalah ini, setidaknya masih ada kemungkinan peralatan tersebut bisa kembali bekerja seperti sedia kala, tanpa harus membeli kapasitor yang baru, alias masih menggunakan kapasitor yang lama.

Yang perlu diketahui adalah bahwa belum tentu kapasitor tersbut benar benar mati!!!!, karena sering juga kapasitor tersebut tidak bekerja hanya karena menyimpan listrik statis. dan untuk penanganan masalah listrik stati ini sangat mudah, hanya ples memerlukan sedikit ke hati hatian.

Cara mengatasi listrik statis hanya dengan cara menghubungsingkatkan kedua kaki kapasitor tersebut. langkah ini berfungsi sebagai cara membuang listrik statis yang terlanjur tersimpan di dalam kapasitor.

Sedang yang dimaksud dengan kehatihatian adalah jangan sampai tangan atau kulit kita menyentuh kedua kaki kapasitor tersebut, bukan akan merusak kapasitor tersebut!!. tapi hanya karena didalam kapasitor tegangan tinggi tersimpan listrik tegangan tinggi pula, jadi tangan atau kulit kita akan terkena sengatan listrik. Sengatan listrik yang sangat besar  itu hanya sekejap, jadi tidak juga berbahaya bagi tubuh kita, namun cukup berbahaya bila kita terkejut dan kapasitor akan terlempar, dan kebetulan mengenai kepala seseorang,......

Sebenarnya kasus mengatasi kapasitor yang menyimpan listrik statis ini sudah sangat sering dilakukan oleh montirKATRO, dulu ketika montirKATRO masih menekuni bengkel elektronika, tapi kejadian yang barusan terjadi adalah yang menimpa motor penggerak bagian pengering mesin cuci milik montirKATRO sendiri, setelah sepekan lebih istri montirKATRO mengeluhkan macetnya mesin pengering tersebut, barulah montirKATRO punya kesempatan untuk membongkar mesin cuci tersebut.

Sama... seperti bengkel professional, setelah mencabut jek listrik, montirKATRO langsung menuju ke kapasitor. Sedikit perbedaan dengan bengkel professional yang biasa langsung bongkar itu kapasitor, montirKATRO tidak langsung ke kapasitornya, melainkan hanya berusaha menemukan dua utas kabel yang arahnya menuju kapasitor tersebut, dua kabel itu di buka kulitnya, lalu disambungkan (di korsluitkan) atau dihubungsingkatkan, Thet!!!, itulah bunyi ledakan kecil yang timbul (bayangkan bila itu kena tangan)...., sekali lagi, dua kabel kaki kapasitor itu diadu, sudah tidak menimbulkan bunyi lagi, berarti listrik statis yang tersimpan dalam kapasitor sudah habis.

Langkah berikutnya, tancapkan kembali jek listrik, nyalakan mesin pengering... dan, Alhamdulillaah... ternyata jadi sudah... itu pengering mesin cuci montirKATRO. tanpa harus mengganti kapasitor.

Jadi intinya, walaupun lebih besar kemungkinan kapasitor itu rusak, tapi tidak ada salahnya bila kita coba kosongkan dulu kapasitasnya, barang kali seperti nasib mesin cuci montirKATRO, yang bisa beroperasi kembali tanpa harus membeli kapasitor yang baru.

Kesimpulan :

  • Kapasitor tidak bekerja belum tentu ia mati, tapi kadang juga hanya menyimpan listrik statis.
  • Kapasitor tegangan tinggi menyimpan listrik tegangan tinggi pula, jadi jangan sampai tangan atau kulit kita menyentuh kedua kakinya secara bersamaan, sebab akan menyebabkan sengatan listrik yang cukup besar.
  • Agar tangan atau kulit kita tidak terkena sengatan listrik, cara membuang listrik statis yang tersimpan dalam kapasitor adalah dengan menghubungsingkatkan kedua kakinya, sebaiknya menggunakan obeng dengan gagang yang bagus isolatornya.
  • Hati hati, ada beberapa bengkel atau montir yang langsung memvonis bahwa kapasitor mati, padahal kapasitor bekasnya dibawa pulang, dan barangkali hanya mengalami listrik statis saja.
Demikian Posting tentang DUA KEMUNGKINAN KERUSAKAN KAPASITOR yang dapat kami sajikan, mohon maaf bila masih banyak kekurangannya, kritik dan saran serta pertanyaan dapat disampaikan melalui kolom komentar.

Terima kasih

Komentar Facebook
Komentar Blogger

Tidak ada komentar

Populer

Google+