HATI HATI dg REAR DISK BRAKE SEPEDA MOTOR HARIAN

Assalaamu alaikum pengunjung guruKATRO,
Jaman dulu, disaat guruKATRO masih imut (ireng plus crumut), di era tahun 1970 hingga 1980 an, saat itu masih sangat jarang sepeda motor yang melewati kampung guruKATRO (yang lewat saja jarang, ini jelas menunjukkan bahwa sekampung belum ada satupun yang punya), dan sepeda motor saat itu yang dikenal hanyalah dengan model rem kampas+tromol,
sepertinya kala itu belum ada model rem cakram. kalaupun sebenarnya telah diciptakan, tetapi mungkin penggunaannya hanya untuk model dan kalangan tertentu saja. Sehingga manusia sestrata guruKATRO tidak mengenalinya.



Pada era berikutnya, muncul trend front diskbrake, guruKATRO masih ingat pada masa itu, terlihat sangat gagah bila sebuah sepeda motor dengan rem depan berbentuk cakram!!!


Belakangan ini sedang trend model sepeda motor harian dengan perangkat rem belakang cakram. yang dikenal dengan sebutan double disk, kelihatan lebih gagah kan ???? wkwkwkwk.

Ketika pertama kali guruKATRO mengendarai sepeda motor dengan rear disk break, dilanjut dengan mengamati produk lain yang senada, hasil pengamatan menyimpulkan bahwa ternyata mayoritas (baik ukuran maupun kualitas) disk nya setingkat berada dibawah disk rem depan. Dan ketika guruKATRO sempat menanyakan pada pihak dealer serta bengkel resmi nya, jawabannya juga masih tetap seperti pada saat guruKATRO menanyakan  kasus tali gas yang tidak bisa kembali dengan sempurna bila sepeda motor basah, monoton, dan tidak bisa menuju solusi yang sesungguhnya.



Rem depan lebih penting dan lebih akurat!!!! Benar juga sih... Bila dikendarai di jalan mulus beraspal. Salah sendiri guruKATRO wong ndeso, primitif kok memilih sepeda motor kuto...... heheheheh. Coba saja dijalan basah menurun atau jalan nonaspal atau jalan berpasir, tarik rem depan agak keras dikiiiiiit aja, jaminan dech, pasti akan jumpalitan.

Tapi apa mau dikata, barang sudah dibeli tidak bisa dikembalikan.....hahahahahah sepeda motor yang tidak sesuai requirement pemakaiannya ini tetap saja digunakan sehari hari.

Terlalu jauh ngelantur ini cerita (mohon maaf kepada pembaca)

Langsung saja ke pokok permasalahan!
Rear Disk Brake atau rem cakram belakang memang yahud....tapi karena sementara ini kebanyakan produk menggunakan "azas kontruksi" di utamakan untuk pengguna jalan mulus datar beraspal, makanya hampir semua konstruksi rear disk brake sepeda motor harian di Indonesia kualitasnya dibawah front disk brake.

Terutama masalah diameter disk rem belakang itu sendiri, ditambah sulitnya mencari produk minyak rem berkualitas khusus, membuat KETAKUTAN guruKATRO dan beberapa pengguna rear disk brake tidak bisa hilang, bila sedang berkendara di turunan yang cukup panjang, misalnya lebih dari 500 meter.

Karena pengaruh terlalu lama injak rem, ditambah beban total "penumpang+pengendara" diatas 100kg, panas dari disk yang berlebihan itu akhirnya menjalar ke kaliper,



dan selanjutnya mendidihkan minyak rem, dan akibat yang dirasakan oleh pengendara, "REM BELAKANG TIDAK BEKERJA LAGI" alias "BLONG"

Bayangkan saja, mengantar 2 anak usia  SMP,, tiap pagi harus menggunakan gear 2 di setiap turunan panjang, kalau lupa dengan gear 3, jaminan 500 meter kemudian rem belakang sudah BLONG, 

Ini bukan hanya dialami oleh guruKATRO saja, keponakan guruKATRO juga mengalami hal yang sama, satu teman yang guruKATRO tidak begitu kenal namun dia sangat mengenal guruKATRO juga pernah bercerita tentang rem blog yang pernah dialaminya.

Solusi yang pernah guruKATRO lakukan untuk mengatasi masalah ini :

  1. Gunakan sepatu (kampas) rem yang empuk, harga lebih murah walaupun dengan resiko lebih cepat habis,
  2. Awalan gunakan rem belakang, tapi diikuti rem depan lalu lepas rem belakang, dan injak kembali rem belakang, bila untuk menurunkan kecepatan, bila kecepatan sudah turun segera lepas rem belakang.
  3. Bila sudah terlanjur :BLONG" segera berhenti dan siram kaliper dengan air dingin, dalam hitungan tidak sampai satu menit, rem sudah normal kembali.
  • Solusi yang selama ini guruKATRO ingin coba tapi belum juga kesampaian, adalah mencoba menggunakan minyak rem yang lebih bagus, "MOHON MASUKAN DARI PEMBACA".
  • Solusi lain yang guruKATRO tidak/belum tahu "MOHON MASUKAN DARI PEMBACA".
.
SOLUSI JITU !!!



pembaca perlu REFERENSI
penulis perlu NUTRISI
kerja sama yang baik adalah dengan meNONAKTIFKAN AdBlock
BIARKAN IKLAN TETAP TAMPIL PADA HALAMAN INI
Ockey !!!



Demikian tentang HATI HATI dg REAR DISK BRAKE SEPEDA MOTOR HARIAN yang dapat guruKATRO sajikan, bila ada tanggapan/kritik/saran/pertanyaan, silakan disampaikan pada kolom komentar yang tersedia

terima kasih.


Wassalaamu alaikum

2 komentar

  1. Analisanya mendalam sekali ya hehehe sampe turunan 500mtr diperhitungkan jg. Biasanya si saya kalo ngerem diturunan ya dikombinasi rem depan belakang

    BalasHapus
    Balasan
    1. +Deddia Permana :
      iyA ... BENAR...
      - teliti karena tiap pagi melewatinya
      - TAPI KALAU JALAN menurun LICIN??? APA DAYA ... aku GAK TERLALU BERANI tarik front break terlalu keras!!!

      Hapus

Arsip

Google+

copyright©2017 guruKATRO
original template "simple" Powered by Blogger
reDesigned by ediTEMP