HEAD LAMP SUPRA X 125 JADI TERANG DAN AWET

Assalaamu alaikum pengunjung guruKATRO,
Kali ini guruKATRO ingin berbagi pengalaman pribadi tentang mengganti lampu depan supra x 125, agar menjadi terang namun tetap awet alias tidak cepat mati!.

Sebenarnya, pola pikir untuk mengganti lampu utama sepeda motor ini sudah lama sekali, bahkan bisa dikatakan semenjak sepeda motor ini masih terbilang baru!, maklum.... bila dikendarai pada kwalitas jalan yang normal... memang tiada masalah. Tapi .... dengan ukuran lampu depan supra x 125 keluaran tahun 2010 standar pabrik (2 x 25 watt), guruKATRO sering merasa kesulitan berkendara bila di malam hari atau minimal bila keadaan sudah mulai gelap, dijalan bebatuan dan posisi menurun. Menggunakan gigi satu pun masih tetap terasa kurang terang.


Ini bisa disebabkan oleh peningkatan watt dari model lama yang hanya 2 x 18 watt menjadi 2 x 25 watt yang (mungkin) tanpa diiringi tindakan memperbesar kawat spul. Atau mungkin bisa kita maklumi bahwa adanya slogan Honda yang dari dulu memang mengutamakan awet, sehingga dia tidak mau mempercepat kematian bola lampu depan itu dengan cara tidak memberi asupan energi listrik yang lebih besar untuk lampu depan ???. Tapi apapun alasannya, yang jelas secara pribadi guruKATRO telah merasakan kesulitan mengendarai supra x 125 keluaran 2010 ini disaat melewati jalan yang menurun dan cukup licin.

Cari solusi dengan tanya di bengkel sepeda motor sana sini, seringnya hanya dapet jawaban berupa senyuman tipis sambil bergumam, "orang sudah dari sononya massss!!!".

Cari solusi via referensi rekan rekan googling.... kebanyakan nyuruh pasang resistor dengan nilai resistansi tertentu, antara body dengan kaki Dioda zener (pembatas voltage) yang terintegrasi dengan dioda pengisi batery, dan dibalut dengan nama kuprok/kiprok. Tapi guruKATRO yang punya latar belakang bingkil elektronik, jelas sangat tahu betapa riskannya cara seperti itu. sebab itu berarti menaikkan voltage dengan mengurangi kinerja zener, Misalnya kerja zener yang awalnya membatasi voltage setinggi 12,8 Volt, dengan dipasang Resistor itu, tegangan yang keluar bila tarik gas, bisa menjadi 15 Volt, Bila kualitas Resistor kurang baik, semakin panas, atau semakin lama pemakaian, maka nilai resistansinya akan membengkak, itu artinya akan mengurangi lagi kinerja zener, dan akibatnya tegangan akan semakin tinggi.

FATALLLL, semuaya piranti sepeda motor yang sistem kerjanya menggunakan jasa listrik dari spool (coil), pasti akan terbakar, karena mendapat asupan tegangan yang terlalu tinggi. Diatasi dengan menggunakan resistor 5 watt atau diatasnya pun.... tetap kurang baik, sebab tetap saja menaikkan tegangan, ditakutkan akan merusak piranti lain selain lampu itu sendiri, Seperti Aki akan cepat rusak! sebab di charge menggunakan tegangan yang lebih tinggi dari aturan sebenarnya, TIDAK MAU KAN?? gara gara cara itu AKI sepeda motor cepat rusak???. Jadi guruKATRO tidak mau menggunakan cara ini dan juga tidak menyarankan cara seperti ini.


===================
Ada juga Asumsi yang sangat "SALAH KAPRAH", yaitu dengan memperbesar ukuran (watt) lampu depan. Padahal tindakan itu hanya akan menambah redup itu nyala lampu. Terutama bila tidak diikuti dengan memperbesar ukuran kawat spul pembangkit listriknya. Untuk hal ini sangat mudah dengan hipotesa sbb:

Sediakan satu buah baterai yang biasa di jual di warung warung. Kita semua sudah tahu bahwa tegangan baterai itu pasti 1,5 volt, sekian amphere....(ukuran amphere tergantung ukuran dan pengaplikasian baterai).


Siapkan dua buah bola lampu senter (yang biasa dijual adalah ukuran 2 watt, 2,5 watt, 3 watt dan 3,5 watt) yang pertama dengan ukuran kecil, lampu yang lain lagi ukuran lebih besar dari yang pertama. Silakan cek dengan menyalakan satu persatu secara bergantian. Pasti akan ditemukan kesimpulan bahwa bila hanya dengan asupan satu buah baterai, maka lampu dengan ukuran watt lebih kecil menyala lebih terang dari lampu dengan ukuran watt lebih besar.


Kesimpulannya mengganti lampu dengan ukuran lebih besar hanya akan membuar tekor dan juga membuat cepat panas spul pembangkit listrik. Kecuali bila ukuran spul itu sudah memadai atau dimodifikasi agar memadai persyaratan untuk menyuplai tenaga listrik untuk kebutuhan yang lebih besar.


Itulah makanya guruKATRO berani menganggap tindakan "usaha untuk membuat lebih terang dengan cara diatas", sebagai tindakan yang "SALAH KAPRAH"


Tindakan itu bisa saja dilakukan, apabila suplai listrik dari spul benar benar memadai. Itupun tetap akan membawa dampak lain, misalnya saklar lampu depan menjadi lebih panas. Semakin panas maka semakin cepat rusak. Biasanya yang kena rusak terlebih dahulu adalah saklar (switch) HIGH/LOW BEAM, saklar jarak jauh dan jarak dekat lampu depan. Kerusakan akan terdeteksi dengan ciri kadang lampu mati mendadak, dan bila kita pencet berulang itu saklar jarak jauh/dekat, kadang lampu menyala kadang lampu mati mendadak.
==========================
Sampai akhirnya pada pertengahan tahun 2012, lampu depan sepeda montor guruKATRO mati sebelah, walaupun hanya satu filamen yang terputus, yaitu lampu depan bagian kiri untuk jarak pendeknya saja, tapi hal itu tetap saja membuat sang pengendara yang cukup sering keluar malam ini, merasa kurang nyaman juga. Waktu itu secara kebetulan adik guruKATRO yang punya bengkel "BUMIAYU MOTOR" di wilayah Citeureup, Bogor pulang kampung, dan membawa beberapa jenis bola lampu head lamp untuk sepeda motor. Ada beberapa yang pas untuk head lamp honda supra x 125, tapi sayang semua lampu itu mempunyai kekuatan daya 35 watt.

Padahal ukuran arus head lamp standar pabriknya adalah 2 x 25 watt = 50 watt.

Pertama dicoba pasang 2 x 35 watt ya jelas lah hasilnya menjadi sangat redup, jauh lebih redup dibanding awalnya. Akal akalan guruKATRO hanya pasang satu saja, 1 x 35 watt = 35 watt, hehehehehe..... lampu depan hanya satu dengan daya 35 watt, sungguh jauh lebih terang .... tapi tetap kurang enak digunakan, karena posisi lampu tidak tepat berada di tengah.

Beberapa bulan kemudian guruKATRO beli merk oooohhh begitu seraammmmmmnya .... halogeen... 2 x 25 watt... Tingkat kecerahan hampir sama dengan yang original, hanya saja ini lebih putih. Tapi ternyata setelah digunakan beberapa bulan, timbul noda hitam asap didalam bola kacanya, ini mungkin terjadi karena kwalitas vacumisasi yang kurang bagus.


Setelah berpanjang angan, ... mengingat ketika menggunakan lampu depan berkwalitas OK, 1 x 35 watt, beberapa bulan digunakan, tanpa ada noda hitam asap...... Kemudian guruKATRO mencari cari sepasang bola lampu yang berkwalitas, dengan daya dibawah 25 watt. ...... dan ditemukan merk yang biasa dikenal awet dan terang untuk produk lampu rumah..... tahu kan merk apa???? sippp!!!  beli 2 x 18 watt = 36 watt.

Dengan asumsi kepuasan dengan tingkat kecerahan dan ketahanan ketika menggunakan single lamp 35 watt, kini guruKATRO cukup PD memasang double lamp 2 x 18 watt = 36 watt.

Hasilnya sesuai dugaan, lampu sudah terang walaupun belum tarik gas.... selanjutnya,,,, secara kebetulan, guruKATRO diberi waktu untuk tes kwalitas lampu depan ini. pada saat guruKATRO ikut BINTEK KURIKULUM 2013 di Tegal, Lumayan akh..... Margasari - Balapulang bisa untuk tes kekuatan lampu..... gaspoll di jalan seputaran hutan jati, jalan yang sangat mulus namun terlalu sering sepi.... dengan lampu tetap dinyalakan..... 4 hari PP berarti kesempatan tes 8 x.... hasilnya bola kaca masih tetap jernih ... tanpa noda asap sedikitpun......

Akhirnya kutemukan juga lampu depan yang cukup terang dan awet ini, semoga........

==============================
Bagi yang mau bersusah susah dan sudi berkorban membuat luka pada dua utas kabel, bisa dengan cara memasang capasitor secara paralel dengan head lamp. Untuk cara ini bisa dengan membiarkan menggunakan head lamp original 2 x 25 watt, bahkan kalau diperlukan dipasang 2 x 35 watt juga boleh. Dan ini berlaku bukan hanya untuk supra x 125, tapi untuk jenis sepeda motor apa saja, yang penting sistem kelistrikan lampu depannya dari spool, bukan dari aki.

Sistem kelistrikan Lampu depan Supra x 125 adalah arus AC (langsung dari coil, jadi untuk yang sistem kelistrikan lampu depan menggunakan arus DC, dari aki!, silakan minggir dulu dari penjelasan ini), maka yang dibutuhkan juga capasitor AC (nonPOLAR) dengan ukuran 4µf/250v (kapasitas penyimpanan arus listrik = 4 micro farad  / dengan tegangan maksimal = 250 volt).

Tegangan maximal 250 volt pada capasitor hanya demi lebih aman saja, sebenarnya 50 volt sudah cukup, karena supply tegangan maximal menuju headlamp hanyalah 15 volt, bila tarjadi diatas 15 volt sudah tentu head lamp akan mati (makanya pada keterangan diatas guruKATRO sangat tidak menyarankan dengan cara memasang resistor pada dioda zener kiprok yang sistem kerjanya menaikkan tegangan)

Kapasitas 4µf juga tidak mutlak, semakin besar kapasitasnya maka akan semakin stabil asupan tegangan untuk headlamp. namun dengan resiko akan lebih berat ketika baru menyalakan, ini terjadi karena kerja capasitor sama dengan aki, di charge/dicas/di setrum dulu untuk menyimpan listrik agar bisa digunakan pada saat tertentu. Bedanya dengan aki hanya pada besar kapasitas saja. kapasitas aki yang faradnya besar di cas dalam beberapa jam dan dapat digunakan untuk beberapa hari, sedangkan capasitor dengan kapasitas yang sangat kecil (mikro), dicas dalam waktu sepersekian detik, dan dapat digunakan untuk beberapa detik.

Jadi inti dari pemasangan capasitor ini boleh dikata kita mengubah kelistrikan dari sumber spool menjadi sumber aki. hanya saja karena ini adalah aki yang sangat sangat sangat kecil dan sifat arus nya AC (aki biasa arus DC), maka kerjanya hanya merupakan bantuan asupan suplay listrik saja, agar listrik yang masuk ke headlamp menjadi lebih stabil.

Agar cukup satu buah capasitor dan bisa digunakan untuk head lamp kanan dan kiri sekaligus, jarak jauh dan jarak dekat sekaligus, skema pemasangan capasitor sebagai dibawah ini:



Solusi ini memang belum pernah guruKATRO praktekkan, namun cara ini sangat sesuai dan tidak melanggar bidang ilmu elektronika yang pernah guruKATRO lakukan dahulu pada saat guruKATRO menekuni Bengkel Elektronika.

Cara ini juga tergolong sangat aman (95%), tidak akan merusak komponen yang lain, kecuali bila ada kejadian kapasitor mengalami korsluiting, maka sudah tentu akan merusak coil/spool pembangkit listrik. (penyakit berupa korsluiting/korslet kadang terjadi pada capasitor, dan lebih sering terjadi pada capasitor nonPOLAR). Cara mengantisipasi agar tetap aman 100% adalah dengan memasang sekring 5 amphere secara seri pada salah satu kaki kapasitor, sehingga apabila pada suatu saat terjadi penyakit korsluiting, maka sekring yang akan terputus dan tidak membuat kerusakan pada coil. Pemasangan sekring pengaman seperti terlihat dibawah ini :



Bila sudah dipasang dengan cara demikian, maka hasilnya lampu akan lebih terang dan 100% aman

NB: jangan memasang sekring dengan amphere terlalu tinggi, sebab ini beresiko bila ada korslet capasitor, maka sekring tidak putus, sehingga yang akan rusak adalah coil / spool.

=========================================
Atau bagi yang bersedia lebih bersusah payah lagi,
tapi yang ini hasilnya benar benar akan siiiip.

Ganti COIL electric generator (spul), dengan ukuran kawat tembaga email yang lebih besar dari ukuran original.

Tapi jelas hal ini memerlukan keahlian khusus. Sebaiknya serahkan pekerjaan ini kepada bengkel special yang benar benar telah menguasai ilmu kelistrikan, atau silakan kerja sama dengan ahli dinamo.

Yang bisa guruKATRO share disini hanyalah tentang :


  • Jumlah kumparan / gulungan berpengaruh kepada voltage
  • Ukuran (besar/kecil) kawat berpengaruh pada Amphere.

  • Semakin banyak kumparan/ gulungan, maka tegangan listrik akan meninggi, ini berbahaya....
  • Semakin sedikit kumparan / gulungan, maka tegangan listrik akan semakin rendah, ini akan membuat beberapa komponen elektrik tidak bisa bekerja karena kekurangan tegangan.
#Jadi jangan menambah atau mengurangi jumlah gulungan.

  • Solusi aman adalah dengan mengganti kawat tembaga email yang berkualitas tinggi, dan diameter yang lebih besar.

  • Semakin besar kawat tembaga, maka amphere akan semakin besar pula, selanjutnya Daya (watt) juga akan terdongkrak tanpa harus menaikkan tegangan (volt).

  • Ujung ujungnya sudah jelas, dengan kumparan kawat yang lebih besar, watt juga akan lebih besar, dipasang headlamp 2x 35 watt juga akan terang bahkan bisa sangat terang.

Tapi juga harus memperhatikan ukuran kern, bila ukuran kern kecil .... mana mungkin bisa di pasang kawat tembaga lebih besar dengan jumlah gulungan yang sama........ Makanya sebaiknya serahkan pekerjaan ini kepada ahlinya.   kita tinggal menikmatinya......

Kembali ke atas : secara pribadi guruKATRO sendiri hanya mengganti bola lampu dengan merk yang terkenal awet dan ukuran 2x18 watt saja.... tanpa melakukan perubahan apa apa, karena kebutuhan guruKATRO hanyalah sebatas ingin lampu depan tetap terang bila malam hari melintasi jalan menurun dan licin. 
pembaca perlu REFERENSI
penulis perlu NUTRISI
kerja sama yang baik adalah dengan meNONAKTIFKAN AdBlock
BIARKAN IKLAN TETAP TAMPIL PADA HALAMAN INI
Ockey !!!



Demikian tentang HEAD LAMP SUPRA X 125 JADI TERANG DAN AWET yang dapat guruKATRO sajikan, bila ada tanggapan/kritik/saran/pertanyaan, silakan disampaikan pada kolom komentar yang tersedia

terima kasih.


Wassalaamu alaikum

64 komentar

  1. Merk Lampu dimaksud Philips ya mas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih, mas Syamsul yang menyebutkan, kalau saya yang tulis diatas takut dianggap iklan terselubung heheheheheh

      Hapus
  2. Mas, gmna dgn hi-low beam nya? Apa terganggu atau normal? Mksh infonya

    BalasHapus
    Balasan
    1. seandainya terjadi kasus kontra high-low beam
      tinggal putar saja tatakan (conector) bola lampu
      tekan kedalam sebagian permukaan conector hingga mudah untuk mengangkatnya-setelah terangkat-putar masukkan kembali
      selesai dech problem kontra high-low beam
      =======
      itu pernah guruKATRO lakukan saat menggunakan headlamp merk xenon yang high-low beam nya terbalik dari originalnya

      Hapus
  3. Harganya brapaan ya mas per 1 bohlam nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau gak salah @25rb
      sepasang = Rp. 50rb

      Hapus
  4. Mas, itu merk philips yg 18 watt gt to?

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya betulll
      yang sudah terpasang cukup lama
      kalau gambar yang item diatas itu osram...
      kalau pakai xenon high-low beam nya terbalik

      Hapus
  5. mas jarak lownya bisa di atur gk

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau gak salah high low sama dengan yang ori
      bila kebetulan tidak sama (terbalik)
      putar saja konektor yang berfungsi sekaligus sebagai dudukan bola lampu
      caranya:
      tekan kedalam sebelahnya, angkat sebelah yang satunya lagi
      putar 180 derajat dan masukkan lagi
      (ini dilakukan bila high low terbalik)

      Hapus
  6. Itu philips yang warna apa bang atau tipe apa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. haduh .... udah lupa...
      yang masih saya ingat, waktu memesan yang 18 yang match dengan new supra x 125
      cuma gitu aja.... mohon maaf

      Hapus
  7. gan,saya pake supra 125 yang pgm fi tahun 2007,listriknya lampu kan nggak lewat accu jd masih lewat spull langsung.jadi motor hidup baru lampu bisa nyala. trs biar lebih terang dikasih yang 18w apa 35w? banyak yang bilang pake 35w,bukanya malh berat jadi redup? katanya kan pgm fi sama yang biasa beda juga? jadi bingung

    BalasHapus
    Balasan
    1. bila mengutamakan terang pada posisi gas kecil dengan resiko tidak terlalu terang pada posisi gas pol, silakan pilih 18 watt
      #artinya : gas dibuka sedikit sudah terang


      bila mengutamakan sangat terang pada gas poll, tapi dengan resiko redup bila gas kecil, silakan pilih 35 watt

      demikian kenyataannya

      merk lampu dijelaskan diatas hanyalah referensi untuk tingkat ke awetan saja.

      Hapus
  8. berarti kalo pake 18w bila di gas pol malh jadi redup?


    trus kalo pake yang 35w pas gas kecil.redupnya melebihi redupnya standar 25w nggak?

    iya emang merk lampu rumahan itu jaaaannnnnn jjjjoooooosssssssss gandosssssssssss

    BalasHapus
    Balasan
    1. PAKAI 18 WATT DITARIK GAS YA TETAP NAMBAH TERANG,
      HANYA SAJA TIDAK SETERANG YANG 25 WATT ATAU 35 WATT
      ======
      MAKSUDNYA BEGINI
      SEMAKIN KECIL WATT SEMAKIN MENANG DI GAS RENDAH
      SEMAKIN BESAR WATT SEMAKIN MENANG DI POSISI GAS TINGGI

      ===============
      KALAU PAKAI 35 WATT GAS KECIL AKAN JAUH LEBIH REDUP DARI YANG 25 WATT

      TAPI AKAN LEBIH TERANG DARI YG 25 WATT BILA GAS PENUH

      =========
      GINI AJA BOS

      BILA SERINGNYA DIPAKAI DENGAN GAS RENDAH, SEBAIKNYA GUNAKAN YANG 18 WATT

      BILA SERINGNYA GASPOL DI JALAN BAGUS, SEBAIKNYA GUNAKAN YANG 35 WATT

      Hapus
  9. binung min min,yang 18w gas kecil sama yang 25w gas kecil terang mana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau gas kecil, 18 watt lebih terang dari 25 watt

      Hapus
  10. brarti intinya yang 25w lebih terang dari 18w?
    kalo jalan di bawah 80kmperjam pake yang lampu watt berapa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau lebih sering menggunakan lampu di 80km/h atau mendekati itu atau jalan mulus dan lancar, lebih baik pilih yang 35 watt

      18 watt hanya menguntungkan yang jalan menurun dan licin saja.

      terus terang reguler di kampung saya gunakan 18 watt, karena sering ada kepentingan malam melalui jalan terjal merunrun.

      tapi suatu saat saya ganti dengan yang 35 watt, bila akan bepergian jauh yang membutuhkan kecepatan lumayan.

      Hapus
  11. ok min saya udh ngerti.. di akalin gt kira2 gmn min? prnh nyoba belum? pake 35w gas kecil terang di gas pol tambah terang lagi.

    wah...kalo gnt2 bohlam yo bisa dol bautnya min.

    BalasHapus
    Balasan
    1. pernah pakai 35 watt sangat terang bila kecepatan tinggi

      tapi sayang sangat redup bila 20km/h kebawah

      iya ntar baut jadi dol >> langkah gonta ganti??? jangan ikutin saya ya??!!

      Hapus
  12. min.stndarnya supri 25w sama pilps 25w terang mana? sama2 gasnya kecil n gas pol

    BalasHapus
    Balasan
    1. hampir sama....
      bedanya
      - yang ori lebih kekuning kuningan
      - kalau yang phillips lebih putih
      - bila ingin yang lebih terang pilih xenon
      - tapi sayang xenon yg tersedia disini terlalu putih bahkan ke biruan

      NB:
      - sinar kuning lebih mampu untuk menembus kabut
      - sinar terlalu putih tidak bisa menembus kabut dan sering memngganggu pandangan pengendara dari lawan arah

      Hapus
  13. ok ok min terima kasih... ane sudah ngerti. matursuwun

    BalasHapus
  14. ass min,tanya lagi.. itu lho yang blm di jwb. standardnya supra 125 25w sama philps 25w terang mana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. wey,,,, ada ituh diatas... bahkan saya tambaih merk xenon juga
      phillips sama yang original hampir sama tingkat terangnya
      hanya saja phillips lebih putih sinarnya, jadi kelihatannya lebih terang
      hehehehe

      Hapus
  15. oalah..ngoten to min,..ngapunten min,lagi pusing ngatur lampu motor. matur suwun min

    BalasHapus
    Balasan
    1. ce ileee..... gak usah pusing pusing2....
      tiru gaya guruKATRO azzaaaa ya!!!
      beli yang 18, juga yang 25 juga yang 35
      [pemborosan] tidak juga bagi gurkat mah, karena sesekali kadang ada tetangga yang minta bantu pasang disini, yaaah sekalian tak kasihkan......

      sekali lagi
      - bila montor seringnya malam hari dibawa lari kencang di jalan raya gunakan yang 35 watt

      - bila seringnya itu montor diajak jalan terseok ke rumah janda di peloksok gunakan yang 18 wat

      - bila ingin balance antara keduanya gunakan yang standar (25 watt)

      - untuk merk yang ori juga bagus, yang lain juga hebat, yang penting jangan yang 3 bulan menjadi hitam seperti yang pada gambar diatas

      Hapus
  16. standar 25w gas kecil gas pol redup min

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau dg 25 watt gaspol masih redup
      tidak bisa ditawar lagi, harus pakai 18 watt
      bila pakai 18 watt gaspol tetap redup
      mungkin zener pada kiprok sudah gak beres lagi
      atau mungkin spool yang harus diganti

      Hapus
  17. kalo 35W tidak terang ya mas, klow dipake santay

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya
      - semakin besar watt semakin redup saat gas kecil tapi akan lebih terang saat gas penuh

      - semakin kecil watt semakin terang saat gas kecil tapi tidak terlalu terang saat gas penuh

      - bila lebih sering jalan malam santai sebaiknya pilih watt kecil

      - bila lebih sering jalan malam cepat sebaiknya pilih watt besar

      - lampu yang lebih terang merk xenon, tapi saya gak jamin awetnya......

      Hapus
  18. min kalo satu pake 18... yang satunya 35
    gimana ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. original : 25 + 25 = 50
      experiment : 18 + 25 = 53

      akan lebih redup bila gas kecil, tapi selisih tak seberapa, mungkin tidak bisa dibedakan dengan mata telanjang.

      hanya saja ada kemungkinan buyar focus......
      tapi dicoba saja dulu, barangkali hasinya jreng

      bila hasilnya jreng bagi bagi info ya!!!!

      Hapus
  19. kalau kapasitor nya pakai 3.5 mikro 400 V bisa ga y mas

    BalasHapus
    Balasan
    1. kayaknya bisa, sebab itu sangat mendekati 4µF

      Hapus
  20. oke makasih infonya nanti saya coba

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya ... silakan dicoba, semoga hasilnya JOSSS

      Hapus
  21. Min, pas ane ganti lampu kog tambah naek ya cahayanya,,?
    Padahal udah ane stel paling nunduk di headlamp nya, minta pencerahan min..

    BalasHapus
    Balasan
    1. waduh.... kalau saya kok gak yah......, semuanya biasa saja... alias tanpa kendala

      mungkinkah ada kelainan pada pada lampu yang itu ??

      mohon masukan dari pembaca yang lain.....

      Hapus
  22. Itu kabel sumber tegangan sama kabel body beda ya mas? Soalnya yg saya lihat di kabel lampu cuman ada 3. Itu kabel body yg mana, kabel sumber tegangan yg mana? Trims..

    BalasHapus
    Balasan
    1. - KABEL TEGANGAN : (ALIRAN LISTRIK +)

      KABEL YANG KELUAR DARI SAKLAR LAMPU DEPAN (DIATAS SAKLAR STARTER) MENUJU SAKLAR H-L (DIATAS SAKLAR KLAKSON)

      =======================

      - KABEL BODY (ALIRAN LISTRIK -)
      KABEL YANG TERHUBUNG DENGAN BESI BESI BADAN (BODY) SEPEDA MOTOR), INI BISA DI CEK DENGAN OHM METER (MULTI TESTER)

      KABEL BODY BISA JUGA DILIHAT DARI KABEL YANG TERSAMBUNG KE BADAN DUDUKAN LAMPU DEPAN

      Hapus
  23. Mas mau nanya... motor saya SupraX125 Helm In PGMFI, headlamp ikut AC. Ceritanya bohlam mau sy ganti LED. Yg sy tanyakan:
    1) Ada cara simple & aman utk ganti AC ke DC? Krn katanya pake LED wajib pake arus DC.
    2) Kalo pake kapasitor seperti uraian artikel di atas, apakah bs dikatakan arusnya jd DC?
    3) Sebenernya yg buat LED wajib DC tu apanya ya mas?

    Mksih bantuannya....

    BalasHapus
    Balasan
    1. awalnya saya mengira helm-in sudah DC

      1) cara paling simpel mengubah ke Dc adalah dengan memindah kabel yang datang dari coil (spul) menuju ke saklar headlamp (diatas starter)

      putuskan kabel dari coil menuju saklar tersebut

      - bungkus dengan rapi dan serapat mungkin kabel terputus yang menuju coil (demi keamanan dari korslet)

      - sambungkan ke aki + kabel terputus yang menuju saklar

      Bila rangkaian LED belum terpasang Regulator, maka harus dipasang dulu regulator khusus untuk lampu LED

      Regulator LED bisa dipasang sebelum masuk rangkaia LED atau ketika keluar dari + aki

      2) Dengan memasang kapasitor, tegangan masih AC, kapasitor hanya untuk men stabilkan arus saja.

      3) Yang menjadikan wajib DC adalah LED itu sendiri, karena LED itu sejenis dioda. Dan juga karena pada umumnya jenis headlamp LED sudah dilengkapi rangkaian regulator elekronik yang membutuhkan supply listrik DC

      ==================
      Dan yang paling simple tapi listrik masih tetap dari coil, adalah hanya dengan membuat AC menjadi DC saja
      dengan memasang regulator DC pada kabel yang menuju headlamp.
      jadi bila mesin mati, headlamp masih tetap ikut mati

      sangat sederhana, karena listrik yang keluar dari coil menuju lampu sudah di stabilisasi oleh kiprok

      maka bisa hanya dengan memasang satu buah dioda 5 atau 10 ampere pada kabel + (ples) dari coil menuju saklar lampu.
      dengan cara diputus dulu seperti menggati listrik menjadi dari aki.

      coil------|>DIODA>|-----saklar lampu

      distabilkan dengan satu buah elko bipolar 4700uf/50volt dipasang sesudah listrik keluar dari dioda sebelum sampai ke saklar lampu
      kaki + (ples) elko dipasang pada kabel dari dioda ke saklar
      kaki - (min) elko dipasang ke kabel body

      DIODA>|---[KAKI + ELKO]---saklar lampu

      Tapi terus terang, ini baru dalam tahap matematika elektronika
      guruKATRO belum pernah mencobanya

      Hapus
  24. lampu philip jenis M5 ya mas?

    BalasHapus
  25. untuk supra x 125 itu lampunya yang 1 kaki ya mas ? apa beda2 setiap motor supra x 125 nya? punya sya supra x 125 injeksi rakitan tahun 2009.
    terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. maksudnya 1 kaki itu bagaimana???
      saya kok kurang faham
      apa maksudnya 1 lampu saja ???

      Hapus
  26. kalau kapasitor nya pakai 4 mikro 450 V bisa ga y mas

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa
      yang berpengaruh terhadap kinerja adalah mikro farad nya,

      semakin besar nilainya akan semakin bisa menyimpan lebih banyak listrik

      sedangkan voltage hanya sebagai pembatas tegangan tertinggi yang boleh di pasang

      untuk sepeda motor yang penting jangan gunakan yang dibawah 25 v

      Hapus
  27. bos mau tanya arus aki supra x 125 itu ac atau DC yaa ??

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau arus aki semuanya DC BOSS, kalau arus untuk Lampu Pusat atau lampu depan, dulu rata rata menggunakan AC (langsung dari spul), tapi sekarang banyak yang menggunakan arus DC (dari aki)
      Kebetulan Supra x 125 masih menggunakan cara lama (lampu depan dengan arus AC)

      Hapus
  28. saya punya kharisma X th 2005,..aki kering dg lampu bawaannya halogen...kemarin baru ganti, tapi saat gas turun lampu ikut redup,..nah,.cara diatas apa bisa juga diterapkan pd motor kharisma om?

    thanks jawabannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau mau pakai cara yang paling sederhana siiii
      jangan gunakan bola lampu dengan watt lebih besar dari lampu bawaannya,... bahkan bila memungkinkan cari lampu yang ukuran watt sedikit dibawahnya, pasti akan terang disaat gas kecil...

      makasih kunjungannya....

      Hapus
  29. Saya kan pake lampu led buat supra x 125 tahun 2008 kan harus merubah arus dari ac ke dc, tapi kalo rpm tinggi yang engga kuat lampunya malah mati itu gimana bos? Apa kalo merubah arus jadi engga stabil ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkinkah sumber DC itu masih tetap dari spul dan hanya mengubah AC menjadi DC saja ???

      kalau demikian adalah langkah yang keliru, sebab LED makan listrik sangat kecil dan tidak akan membuat aki tekor.

      bila ternyata sumber DC itu sudah dari aki dan tegangan terpengaruh oleh tinggi rendah RPM, berarti ada yang salah, mungkin pada rangkaian dari kiprok menuju aki atau bahkan mungkin kiprok yang rusak.

      SOLUSI
      - bila DC didapat dari spul, pindahlah sumber DC itu langsung dari aki, makanan LED sangat kecil, tidak akan berpengaruh pada kinerja aki.

      - bila sumber DC sudah dari aki kok begitu amati saluran dari kiprok menuju akai, atau bahkan mungkin kiprok yang harus diganti.

      - bila sumber DC sudah dari aki, kiprok juga normal, solusi mudah adalah dengan memasang rangkaian stabilizer sebelum listrik DC + masuk ke lampu LED.

      Hapus
  30. philips M5 essential kali 1, 18watt belinya dimana ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. saat beli saya gak peduli tentang seri,

      - pilih yang 18 watt dengan tujuan agar lebih terang di RPM rendah

      - dan pilih merk itu dengan harapan akan lebih awet


      kata yang dagang itu memang pas untuk montor saya

      kebetulan di sinar motor Bumiayu ada .....

      coba tanya tanya pada toko spareparts motor disekitar anda

      Hapus
  31. Bener mas, dulu saya punya supra x 125 r tahun 2005, lampu aslinya single lamp, bohlam bawaannya pun cukup. Setelah gonta ganti, ternyata yang ane pahami dulu makin besar watt nya bakal makin terang, ternyata enggak. Malah gak begitu kelihatan jalanannya, sebagian lampu malah senterinnya pudar gak jelas.

    Akhirnya ane di kasih tau pakai philips, tapi gak inget berapa watt nya, tapi akhirnya terang banget...

    Sekarang ane baru beli supra x125 fi baru, dual lamp, semoga setelah ane baca ini, ane semakin yakin kalau ini motor bisa pakai bohlam philips yang seperti motor lama dulu...

    BalasHapus
    Balasan
    1. oceee selamat punya yang baru, semoga awet dan memuaskan

      kalau saya kemaren2 lagi nunggu2 GTR, tapi setelah ternyata gak ada bagasinya batal dech couse bagasi sangat vital kepentingannya bagi saya
      terpaksa dech masih pakai yang 2010

      Hapus

Arsip

Google+

copyright©2017 guruKATRO
original template "simple" Powered by Blogger
reDesigned by ediTEMP