GAS SUPRA X 125 KARBU TIDAK BALIK SEMPURNA, INI SOLUSINYA

Assalaamu alaikum pengunjung guruKATRO,
Awalan... mari kita cermati penjelasan yang guruKATRO kutip, atau lebih tepatnya
copas dari



sebenarnya cukup banyak yang telah guruKATRO baca disana, dan semuanya oke oke saja, bagus dan sangat jelas alias tidak berliku liku format penjelasannya. tapi langsung saja kita bahas point ke 4 yang ada disana, yooo yang emang berhubungan dengan materi ini, sebab materi yang lain yang dibahas disana kayaknya semuanya tiada bermasalah, kecuali yang dibawah ini :

4. TSS (Throtle switch system)

  1. Switch yang dipasang pada karburator, yang berhubungan dengan CDI Unit, yang fungsinya memberikan sinyal ke CDI dengan tujuan menyempurnakan proses pembakaran pada putaran mesin menengah dan tinggi, hal ini menyebabkan penghematan bahan bakar.
  2. Dipakai pada tipe ; Karisma, Supra X 125

Dijelaskan disana bahwa itu merupakan 

"Tekhnologi Honda Indonesia yang canggih"


guruKATRO jawab : " iya BOSS"

Tapi maaf... hehehehe ada maaf nya bang AHASS.... khusunya untuk supra x 125 karbu alias non injection..

Switch TSS itu kerjanya digerakkan oleh skep throtle gas,   iya.. guruKATRO juga tahu,... maklum telah beberapa kali bongkar dan pelajari system kerjanya.... jadi putus atau nyambungnya switch (SAKLAR) itu tergantung pada posisi skep,



Bila tali gas tidak ditarik, maka skep pastinya turun, disaat itulah switch tertekan... atau bisa dibahasaawamkan seperti tombol bel yang sedang di pencet.

Sedangkan bila tali gas ditarik, maka skep akan naik, dan karena pada posisi ujung tombol switch, penampang skep dibuat semacam parit, semakin kebawah semakin dalam, maka dengan sendirinya switch terlepas dari tekanan, atau bisa dibahasaawamkan seperti tombol bel yang dibiarkan alias tidak di pencet

yaaaaaah bahasa guruKATRO nya mirip mirip kerja switch lampu rem gituh!!!!!


DARI SINILAH AWAL PERMASALAHAN TERJADI 


Kembali ke topik Tapi maaf...... 
Teknologi canggih itu seharusnya diikuti langkah sangat kecil, yaitu dengan memasang per pegas skep yang sedikiiiiiiit sekali lebih keras.



Mengapa????
yang nomor 3 itu lhooo per kurang jantan dikitttttt
maaf mas Andriyanto bintang motor ... guruKATRO pinjam image anda, bila diikhlaskan, ya biarkan gambar itu disini ya mas Andriyanto, atau bila tidak diijinkan yaaa silakan ambil kembali... heheheheh maklum saat posting ini, montor guruKATRO lagi baik baik saja, jadi males buat ngebongkarnya.

Kenyataan dilapangan.... bila dalam keadaan normal kering, memang sama sekali tidak ada masalah, semua lancar lancar saja.

Atau bila sedang dalam hujan tapi berkendara dengan kecepatan yang tidak cepat, misalnya 40 km/jam kebawah.... juga masih lancar lancar saja alias tidak ada masalah.

Disinilah mulai muncul TAPI nya....

Tapi bila dalam hujan, dan berkendara 50 km/jam atau lebih cepat.... ini tapi yang pertama
Tapi yang kedua, bila setelah selesai dicuci menggunakan water compressor, dan suatu saat sengaja atau tidak arah air yang nyemprot begitu dahsyatnya itu mengarah ke bagian tersebut........ Seseorang yang jeli pasti akan merasakan akibatnya bahwa ada kelainan pada supra x 125 karbu.... KELAINANnya apa?????

Kelainannya adalah bila kita menutup atau mengembalikan gas dengan lembut alias perlahan.... pasti tidak akan bisa kembali dengan sempurna. Karena pengaruh kelembapan, teflon yang bertugas meminimalkan gesekan antara ujung tombol switch dan parit miring pada skep tidak bisa bekerja dengan baik. Akibatnya.... skep gas tidak mampu turun dengan sempurna, walaupun handle gas sudah dikembalikan ke posisi nol.

Contoh studi kasus... heheheheh pengawak bahasane!
Suatu hari dalam perjalanan pulang dari brebes, ditengah guyuran hujan, truck didepan guruKATRO melaju dengan cepat.... heheheh guruKATRO ikutan cepat juga, pengennya siiii nyalip gituh.... tapi apa daya, jalan tidak cukup lebar saat itu... ketika tiba tiba truck menurunkan kecepatan.... niat dalam kalbu guruKATRO juga menurunkan kecepatan... ya iyalah ... biar gak nabrak ntuh truck yang guwede bangget..... tapi apa daya,,, ketika guruKATRO kembalikan gas... ekh ternyata montor masih mbubrut ajaaa.... mau nabrak truk didepan????... ikh! amit amit! untung guruKATRO masi sadar tentang caranya.... bethot kembali gas, lalu lepas dengan cepat.... Alhamdulillaah slamet slamet slamet!!!

Pernah juga ketika ini montor habis dicuci salju..... pengawak maning!!!
saat siang bolong tiada hujan tiada angin (topan)..... guruKATRO pelang peleng tancap gas, jauh didepan telah terlihat ada tikungan mesra.... dah bayangin ... bakalan mesra ... meliuk ditikungan itu. Ketika hampir sampai tikungan dan hendak nikung, biasaaaaa guruKATRO pasti kecilin itu gas dulu, biar tidak kebablasan..... tapi karena terlalu lembut mengembalikan tarikan gas, maka terjadi lagi pemgembalian gas tidak bisa sempurna, montor tetep mbubrut dengan kencangnya. Untung... heheheheh solusinya masih sama dengan paragraf diatas ini. betot gas, kemudian lepas mendadak.

PROBLEM SOLVING.... (bahasa pengawake ora mari mari.....)

  1. Cara paling konyol dan sebaiknya jangan dipraktekkan... lepas switch itu dari badan karbu!... Jaminan tidak akan ngadat lagi itu kembalian gas... karena gerakan kembali kebawah itu skep gas tidak diganggu lagi oleh switch CDI, tapi resikonya CDI tidak bekerja sesuai sistem... pernah konyol ini guruKATRO lakukan.... montor jadi nembak nembak... 
  2. Seperti dua paragraf berwarna biru diatas, segera betot ulang gas... dan segera pula lepas handle gas, tapi karena cara ini membutuhkan kosentrasi yang tinggi, dan butuh reflek kesadaran yang cepat, maka anggap saja ini bukan solusi.
  3. Balut dengan lakban... itu bagian atas luar karbu... dengan tujuan agar semburan air tidak masuk kesini, atau mungkin berfungsi menjaga suhu di seputaran karbu, agar tidak terlalu dingin yang menyebabkan pengembunan didalam karbu. (pernah guruKATRO praktekkan), tapi karena usia ketahanan lakban hanya 3 hingga 6 bulan saja, maka cara yang ketiga ini juga tolong jangan dianggap solusi.
  4. BETOT per skep gas, ... cukup dengan tangan saja, biar menjadi lebih panjang dan tentunya bisa menjadi lebih tegang!!!, sehingga kerjanya juga menjadi lebih keras, dan akibatnya tidak lagi ngadat itu saat menutup atau mengembalikan gas. Tapi cara ini juga hanya bertahan sekitar 6 bulan saja, bahkan semakin sering kita bethot itu per, maka akan semakin lemah tendangannya. Jadi ini juga mungkin hanya menrupakan solusi sementara.


ini juga mohon maaf.... image guruKATRO ambil dari mas NURUL motorplus,.... bila diikhlaskan, ya biarkan gambar itu disini ya mas nurulll, atau bila tidak diijinkan yaaa silakan ambil kembali... heheheheh maklum saat posting ini, montor guruKATRO lagi baik baik saja, jadi males buat ngebongkarnya.


SARAN guruKATRO
(solusi terakhir setidaknya hingga saat ini dan ini yang guruKATRO lakukan)

GANTI PER SKEP GAS ITU DENGAN MERK LAIN YANG LEBIH KERAS,
ATAU BELI SAJA PER YANG TIDAK ORIGINAL..... biasanya untuk yang tidak ori lebih keras dari yang ori

18 komentar

  1. suwun guru..... setelah sekian lama mencari solusi, sampe putus asa
    eeeh.... musim hujan tlah datang.... mulai cari2 lagi... ketemu deh pangakalan gurukatro ini :D
    wong tanya service resmi ahass gak ada solusi, jawabnya: "emang gini mas penyakit supra X"
    waduh..... aku butuh solusi bukan cari kambing lari :) :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya begitulah... berbagai cara diatas sudah pernah dicoba, hingga akhirnya guruKATRO membeli per yang lebih keras, sebab pakai cara di betot juga tidak tahan lama, hanya beberapa bulan harus betot lagi dan betot lagi.....

      Hapus
  2. terimakasih infonya, akan saya coba karena saya mengalami hal yang sama. selama ini ya hanya pakai PROBLEM SOLVING no. 2. AHASS tidak memberikan solusi, ganti kabel gas, ganti skep dll, masalah masih tetap.
    Untuk supra X 125 saya tahun 2010, masalah seperti ini akan hilang kalau pakai bahan bakar jenis pertamax, kalau pakai premium saat musim hujan pasti gas nyangkut. jadi kalau musim hujan ya harus isi pertamax demi kenyamanan dan keselamatan. Ini pengalaman saya, silahkan sharing.

    BalasHapus
    Balasan
    1. waduh terima kasih banget informasinya (tentang menggunakan pertamax bila musim hujan, itu juga merupakan solusi yang cukup jitu mas Habib....walau nambah dikit kocek, tapi sekarang harga premium juga tidak terlalu jauh dari harga pertamax
      semoga bisa jadi bahan masukan bagi pembaca yang lain

      Hapus
  3. Saya juga mengalami hal yang sama pada supra x 125 cw thn 2013. Mekanik Ahass nya sih bilang itu karna dah pernah dipotong..padahal sama sekali gak pernah memodifikasi per gas agar tarikan gas lebih enteng. Solusinya per gas di betot dan pakai pertamax. Lumayan sampai saat ini gas tidak pernah ngulah lagi. Harusnya ini menjadi masukkan kepada astra sebagai bahan perbaikan. Karna hal ini sangat membahayakan pengendara di jalanan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bang +Kardo,
      Tapi rupanya AHASS sekarang malah sorak
      yeeeeee
      sekarang kan produk AHASS gak pake gituan lagi
      yeee produk baru kan udah injeksi semua.... heheheheheheh....

      Hapus
  4. Meskipun saya terlambat dapat informasi ini, tapi saya berterima kasih banyak kepada Mbah Guru Katro,
    miris sekali ketika berkunjung ke AHASS, dimana saya menyampaikan keluhan saya karena gas yang lengket, sehingga motor supra saya menyorong 3 motor di kemacetan secara tiba-tiba..., dan mekanik hanya mengatakan " Biasa tuh mas, faktor alam "..., kini saya sudah dapat sulusi yang bisa saya terapkan pada motor kesayangan saya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. kata pepatah, "Lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali'

      semoga solusi diatas bisa mengatasi masalah anda!

      Hapus
  5. perlu dicoba nih .. kyanya iini brlaku buar semua mtor karbu yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. hanya untuk produk yang menggunakan TSS saja bOS

      Hapus
  6. Artikel e joss banget mbah! Kalau saya ikut cara 1 mbah. Saya lepas itu kabel TSS nya. Soalnya supra saya dah tak modif mesin. Bhahaha...

    BalasHapus
    Balasan
    1. sippp kalo gitu mah
      saya juga punya rencana akan seperti itu
      soalnya montor sudah semakin tua dan itu berakibat semakin tidak canggung untuk robek sana robek sini hihihihi

      Hapus
  7. Sama saya juga sering mengalami hal serupa saat diguyur hujan....
    Alhasil spontanitas pake cara yang kedua dengan membalikkan gas yang macet dengan membetot handle gas lebih keras dan dengan cepat membalikkannya.... hehehe tentunya dengan perasaan yang senewen/menggerutu, gimana enggak?! selain bikin pecah konsentrasi berkendara juga beresiko bahaya boz,bisa nyungsep ke kendaraan didepan.
    Ya sekedar berbagi pengalaman....
    & terimakasih buat guruKATRO atas solusinya...👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. IYA
      sejak saya gunakan per yang bukan aslinya itu semua telah tiada
      setidaknya hingga saat ini. entah nanti ???

      kembali kasih mas...

      Hapus
  8. mas mau nanya kalau tss di karburator nya putus gak dipasang apa ada pengaruh sama sepedanya atau bisa merusak komponen di sepeda motor ? terima kasih atas bantuannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bila dilihat dari penjelasan ahhas yang sempat saya copas diatas yang berbunyi demikian:

      "A. Switch yang dipasang pada karburator, yang berhubungan dengan CDI Unit, yang fungsinya memberikan sinyal ke CDI dengan tujuan menyempurnakan proses pembakaran pada putaran mesin menengah dan tinggi, hal ini menyebabkan penghematan bahan bakar".

      saya kira akan membuat kerja mesin tidak sempurna di putaran atas,

      bila dipelajari cara kerja switch tersebut yang ternyata memutus kabel pada putaran bawah dan menyambung kabel pada putaran atas

      mungkin bisa di akali dengan buang switch dan hubungkan secara langsung kedua kabel tersebut. (bila ini dilakukan dan tidak berakibat sulit dihidupkan saat dingin), berarti aman ....

      Hapus

Populer