AGAR ANAK LEBIH CEPAT HAPAL PERKALIAN

Assalaamu alaikum pengunjung guruKATRO,

Sudah banyak dipaparkan teori tentang cara hitung cepat matematika, baik melalui diklat, seminar, workshop, artikel yang dipublikasikan melalui media cetak dan elektronik serta media online. Namun kadang-kadang teori tersebut menjadikan beberapa siswa, bahkan kebanyakan siswa MI hanya menjadi pintar dan lancar menghitung tanpa tahu dasar-dasar teori hitung tersebut.

Artikel ini ditujukan untuk rekan-rekan guru MI, dan hanya merupakan salah satu dari sekian banyak TEORI yang telah ada dan termasyhur. Tapi barangkali ada yang masih membutuhkan beberapa cara menyampaikan pelajaran hitung matematika kepada siswa dengan mudah dan menciptakan pengertian yang mendalam, disertai harapan semoga apa yang kami paparkan nantinya akan mendatangkan  manfaat bagi yang membutuhkannya, tak lupa pula kami sangat mengharap masukan dari rekan-rekan guru yang sempat membaca artikel ini, terutama tentang kritik membangun atas  kekurangan atau kesalahan dalam artikel kali ini.

Baiklah segera saja akan kami paparkan


1. Sedikit penjelasan tentang  “NOL” dan “KOSONG”

Kelihatan sangat sepele! Tapi hati-hati dengan penyebutan bilangan “ NOL ” (0), sebab kenyataan di lapangan masih  banyak rekan rekan guru yang lupa, menyebut bilangan " NOL " dengan nama “ KOSONG ”. Dalam matematika mungkin kelihatan sama, tetapi sesungguhnya ada perbedaan MENCOLOK antara nol dan kosong, kalau nol itu tertulis bilangan 0, sedangkan kosong, artinya tidak ada huruf / bilangan sama sekali. Guru matematika harus mampu mengaplikasikan kepada siswa tentang perbedaan “NOL” dengan “KOSONG”


2. Pembelajaran menghafal, terutama menghafal  perkalian.


  • Banyak Guru yang mengajarkan menghafal perkalian dengan alat bantu, misalnya menggunakan permainan jari tangan, sempoa atau yang lainnya. Mungkin hal ini akan terasa baik dan enak bila disampaikan kepada siswa kelas 1 sampai kelas 2, tapi dengan alasan bahwa teori ini akan menghambat daya hafal siswa, maka sebaiknya mulai kelas 3, sedikit demi sedikit teori ini harus disisihkan dari kebiasaan siswa.
  • Memberikan materi hafal perkalian, sebenarnya cukup mulai  dari bilangan 2 sampai 9 saja, dan tidak perlu dibolak balik, tidak perlu untuk bilangan 0 dan bilangan 1, juga tidak perlu untuk bilangan 10 keatas, cukup seperti contoh berikut ini saja :


Perkalian mulai bilangan 2 sampai 9 diatas, adalah materi wajib hafal diluar kepala, bila kita ingin siswa tidak menemui kesulitan menghitung pada tahap selanjutnya.
Demikian yang bisa kami paparkan pada bagian pertama ini, semoga Alloh SWT masih memberikan kesempatan kepada kami untuk melanjutkan ke bagian-bagian berikutnya, dan semoga bisa bermanfaat demi peningkatan kemampuan belajar MATEMATIKA anak didik kita, mohon maaf bila ada kesalahan dan kekeliruan serta kami sangat mengharap masukan bila ada cara yang lebih mumpuni dari yang kami paparkan diatas, terima kasih


Bila keadaan siswa kita masih terlalu sulit untuk menghafal semua, maka hafalan pertama adalah hanya pada banjar bilangan 2x (8 baris), setelah itu baru ditingkatkan pada banjar 3x (7 baris) dan seterusnya, cara ini akan membangkitkan minat hafal siswa karena semakin naik ke bilangan diatasnya maka akan semakin sedikit bilangan yang harus dihafal, perlu diingat bahwa cara ini harus disertai penjelasan dengan gaya dan cara disesuaikan keadaan dan latar belakang siswa masing-masing tentang sifat KOMUTATIF (pertukaran) beserta contoh-contohnya.

Untuk bilangan nol, cukup kita jelaskan kepada siswa, bahwa bilangan berapapun (semua bilangan), apabila dikalikan dengan bilangan nol maka hasilnya adalah nol, disertai beberapa contoh. Demikian juga untuk bilangan satu, jelaskan kepada siswa bahwa semua bilangan bila dikalikan dengan bilangan satu maka hasilnya adalah tetap bilangan itu sendiri (disertai beberapa contoh). Dan untuk perkalian dengan bilangan 10 jelaskan saja kepada mereka bahwa semua bilangan bila dikalikan 10 maka hasilnya tinggal kita menambahkan satu buah angka nol dibelakang bilangan tersebut. Serta untuk angka 11 keatas biasakanlah siswa untuk menghitung menggunakan perkalian susun.

3. Pembagian adalah kebalikan dari Perkalian.

Bila siswa sudah hafal perkalian, kita bisa langsung meningkatkan ke materi hafal pembagian. Karena pada dasarnya pembagian adalah kebalikan dari perkalian, seperti contoh berikut :




Demikian Posting tentang AGAR ANAK LEBIH CEPAT HAPAL PERKALIAN yang dapat kami sajikan, mohon maaf bila masih banyak kekurangannya, kritik dan saran serta pertanyaan dapat disampaikan melalui kolom komentar.

Terima kasih

Komentar Facebook
Komentar Blogger

1 komentar

Populer

Google+